14-01-2017.110703 | Dilihat : 45 x
Ekowista Bukan hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar




Mataram, 13/0117. Pariwisata berbasis alam dan budaya yang dikenal dengan ekowisata, kian hari kian berkembang. Pengusahaan ekowisata selain bermanfaat bagi pengelola juga memiliki banyak keunggulan terutama bagi masyarakat pedesaan. Dari kegiatan ekowisata terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh masyarakat diataranya manfaat ekonomi yaitu terciptanya lapangan usaha dan langan pekerjaan. Selain itu ekowisata juga terkait dengan aspek sosial dan budaya mayarakat setempat. Hal tersebut dikemukakan oleh Yumantoko dalam buku prosiding presentasi ilmiahnya di Salatiga pada 3 November 2016 lalu. Seminar tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.

Pada kesempatan itu Yumantoko bersama 4 penulis lainnya dari Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu meraih nominasi 3 Best paper dalam kategori Bidang Ilmu Ekonomi.

Beliau menjelaskan, dengan pariwisata menjadikan budaya lokal akan membaur dengan budaya asing selanjutnya akan terjadi akulturasi karena pariwisata menciptakan hubungan pertemanan warga dengan wisatawan secara baik.

Hal tersebut menepis adanya kekhawatiran dengan pariwisata akan merenggangkan hubungan antar warga. Kekhawatiran tersebut terlalu berlebihan, karena penduduk lokal sekitar daerah wisata umumnya telah dipersatukan oleh berbagai  kegiatan  budaya lokal. Dan budaya itu merupakan salah satu daya jual yang menjadi daya tarik wisawan. Dan itu pasti mereka pertahankan.

Tetapi yang perlu dikhawatirkan adalah agar pariwisata tidak merusak nilai-nilai lokal yang sudah ada, dapat diupayakan dengan cara menguatkan kelembagaan di tingkat lokal supaya mampu membendung dampak buruk dari nilai budaya luar.  Tandasnya

Dalam kontek menciptakan hubungan pertemanan dengan wisatawan, Yumantoko dkk dalam pendapat tertulisnya menjelaskan bahwa  pariwisata dapat menjembatani hubungan antara pengunjung dengan warga lokal. Banyak kasus dimana turis dari mancanegara  datang berkali-kali ke lokasi wisata yang sama bukan saja untuk melihat atraksi wisata tapi juga mengunjungi secara personal karena ikatan batin yang telah terbangun dari kunjungan sebelumnya, bahkan karena sudah cocok dengan lokasi dan penduduknya. Sehingga pengunjung dari luar membeli tanah disekitar lokasi wisata.

Saat di temui di ruang kerjanya Ahmad Nur selaku anggota tim kajian ini menjelaskan, untuk pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, perlu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pengunjung. Pelayanan dapat berupa penyediaan fasilitas pendukung seperti akses jalan menuju lokasi, fasilitas farkir, toilet kantin dan yang paling utama menjaga kelestarian lingkungan termasuk daya tarik objek wisatanya itu sendiri. (wd)

 Buku

 Galery Foto & Video

 Link Terkait




BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI
HASIL HUTAN BUKAN KAYU
Jl. Dharma Bhakti, No. 7, PO-Box 1054, Ds. Langko, Kec. Lingsar,
Kab. Lombok Barat – NTB 83371, Telp. (0370) 6175552, Fax. (0370) 6175482