Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 167x

Pengalaman berharga kunjungan restorasi arsip film di Fokouka jepang


Responsive image


Mataram 14 Maret 2018, Fokuoka Jepang pada tahun 2017 lalu dalam rangka penghargaan dan pembinaan kepada Arsiparis teladan / berprestasi di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) maka KLHK mengirimkan 2 orang arsiparis Teladan dari masing– masing kategori (ahli dan Keterampilan) untuk mengikuti Symposium Restorasi Arsip Asia ke-IV di Fukuoka Jepang pada tanggal 23 – 24 September 2017 yang bertempat di Fukuoka City Public Library dan di United Cinemas Hakata Canal City – Fukuoka Jepang. Arsiparis Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu yaitu Alfu Mahar Syarofi atau biasa dipanggil Rofi (Arsiparis Penyelia) yang merupakan salah satu Arsiparis Teladan tingkat keterampilan KLHK yang dikirim mengikuti kegiatan symposium tersebut.   Kegiatan Symposium Restorasi Asia ke-IV dilaksanakan dalam upaya menyelamatkan, melestariakan dan memulihkan keutuhan khasanah arsip film Asia melalui diskusi, presentasi dan penayangan film lama. Teknis dalam pelaksanaan restorasi arsip film tersebut dijabarkan dalam presentasi yang dipaparkan oleh para narasumber dari berbagai negara di asia. Acara tersebut dibuka oleh Direktur Film Archive Fukuoka Public Library Mr. Yoshiyuki. Pembicara yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain Pembicara dari Jepang (National Film Center, Tokyo) yaitu Hisashi Okajima, Pembicara dari Thailand adalah Sanchai Chotirosseranee (dari Thai Film Archive), dari Indonesia, Lisabona Rahman (Film Preservation Consultant), dari Filiphina Leo P. Katigbak dan Julie N. Galino (ABS-CBN Archive, Manila) dari Singapura Joshua Ng, (Asian Film Archive Singapore), dari India Amit Sahai (Prasad Corp, India) dan juga dari IMAGICA dan IMAGICA WEST Satoko Sekiguchi dan Kaori Wakikawa. 

 

Dalam kegiatan Simposium ini juga di sajikan pemutaran film lama hasil restorasi yaitu film Santi Vina. materi asli Santi Vina menghilang selama bertahun-tahun. Namun pada 2014, negatif asli dari film itu ditemukan di British Film Institute dan cetakan film itu juga ditemukan di China Film Archive dan di Gosfilmofond di Rusia. Pengalaman restorasi Santi Vina ini ditambahkan dengan pengalaman restorasi film di Indonesia yang disampaikan Lisabona. Ia mengambil contoh keberhasilan Indonesia merestorasi film Lewat Djam Malam danDengan mengikuti symposium tersebut diharapkan dapat menambah hal pencegahan kerusakan, penyelamatan dan pemulihan Arsip.

Selain dari KLHK yang mengirimkan 2 arsiparisnya dan didampingi Kepala Bagian Tata Usaha KLHK Bapak Agung Widio Septono, SE., MM.  hadir juga dalam symposium tersebut Deputi Pembinaan bidang Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Bapak Dr. Andi Kasman, SE., MM. beserta Sekjen Asosiasi Arsiparis Indonesia.

 

 

 

 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image