Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 12x

Peneliti Litbang HHBK, Berhasil Identifikasi Fenologi Pembungaan Dan Pembuahan Nyamplung Untuk Mendukung Ketersediaan Biji Bahan Bakar Nabati


Responsive image


Berkurangnya persediaan minyak bumi sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Keadaan ini dapat menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Untuk menstabilkan harga dan persediaan bahan bakar minyak perlu dilakukan pengembangan energi alternatif. Energi alternatif dapat berasal dari tanaman hutan. Salah satu tanaman hutan yang mempunyai potensi untuk menjadi bahan bakar yaitu nyamplung. Biji nyamplung merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai bahan bakar nabati seperti biodiesel dan biobensin. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu telah melakukan penelitian tentang biobensin dari nyamplung ini. Serangkaian penelitian dari hulu ke hilir tentang nyamplung telah dilakukan, salah satunya adalah aspek fenologi.

Fenologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang periode fase-fase yang terjadi secara alami pada tumbuhan. Fase-fase tersebut sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar seperti lamanya penyinaran, suhu dan kelembapan udara. Proses pembungaan dan pembuahan nyamplung pun demikian, sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Temuan tim peneliti ini memberikan pemahaman baru bagi khalayak bahwa tanaman nyamplung yang tumbuh pada lokasi dengan keadaan lingkungan yang berbeda akan memiliki periode pembungaan dan pembuahan yang berbeda pula. Ini dapat dikaji lebih lanjut untuk pengembangan tanaman diberbagai wilayah agar ketersediaan bahan baku biji nyamplung tetap terjaga. Resti Wahyuni berpendapat bahwa informasi periode pembungaan dan pembuahan ini menjadi penting ketika kita akan mencari dan membutuhkan buah/biji nyamplung dalam volume yang besar sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar nabati. Secara umum, periode pembungaan dan pembuahan nyamplung seperti pada :

Gambar 1.

 

Informasi tentang periode pembungaan dan pembuahan nyamplung di Pulau Lombok sudah diteliti oleh tim peneliti BPPTHHBK pada tahun 2010-2011. Informasi tersebut dapat dijadikan referensi awal bagi masyarakat atau perusahaan yang akan mengembangkan tanaman nyamplung untuk bahan baku pembuatan bahan bakar nabati.

Publikasi ilmiahnya dapat diunduh pada laman http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/IJFR/article/view/39(Wahyuni et al ,.2012)

 

 

 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image