Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 18x

Tiga Profesor Universitas Mataram Kunjungi KHDTK Rarung


Responsive image


Mataram, 23 April 2018. Dua hari sebelumnya salah satu mahasiswa pasca sarjana Universitas Mataram, menyampaikan bahwa petinggi dosen di Universitas Mataram akan ada kunjungan lapangan ke KHDTK Rarung. Kedatangannya dipicu oleh ketertarikannya kepada bambu sebagai sumber pangan. Profesor  I Made Sudantha sangat tertarik pada rebung, karena sumber pangan ini “sexsi” dan menjadi salah satu tema penelitian dan pengembangan yang dinyatakan strategis. Sehingga layak untuk diajukan  dikembangkan menjadi penelitian strategis nasional. Papar Abdul Jafar menceritakan kembali ketertarikan dan rasa penasaran Profesor kepada bambu tabah. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Prof Dantha panggilan akrab I Made Sudantha mengajak 2 profesor lainnya yaitu Prof. Suwardji dan Prof Muliartha berkunjung ke Rarung pada hari senin 23 April 2018, kemarin. Rasa penasaran beliau kontan terbayar saat disuguhi hidangan istimewa makan siang dengan menu rebung. Keistimewaan rebung bambu tabah bukan hanya cerita, karena langsung dapat dinikmati. Terlihat dari raut wajahnya yang sumringah saat menyantap olahan rebung. Apalagi Prof Suwardji terlihat sangat menikmati masakan rebung dan memakannya tanpa nasi.

Saat mengunjungi demplot pengembangan bambu Prof Suwardji langsung mengarahkan mahasiswanya untuk menggali tanah  di sekitar rumpun bambu. Terlihat sekelompok semut, di rumpun yang lain ditemukan juga cacing. “Ini mengindikasikan tanahnya subur” papar beliau yang telah lama mempelajari ilmu tanah. Banyaknya serangga dan mikroorganisme di dalam tanah  menandakan bahwa tanaman bambu  mampu menciptakan kondisi lingkungan yang baik untuk berjalannya suatu ekosimtem. Tambahnya Prof Suwardji sangat tertarik untuk bermitra dan bekerjasama mengembangkan bambu tabah di Rarung. Sebagai pembantu rektor beliau menyarankan kepada ketua program study Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering (Prof I Made Sudantha) agar mengarahkan mahasiswanya untuk melakukan penelitian di KHDTK Rarung.


Langkah tersebut mendapat dukungan dari pengelola KHDTK Rarung, karena tuntutan percepatan pengelolaan   dan pemberdayaan masyarakat di Rarung tidak dapat dipandang sebelah mata. Terlebih KHDTK Rarung memiliki fungsi sebagai Hutan lindung, selain berperan sebagai pengatur tata air, sistem penyangga kehidupan, juga harus mampu berkontribusi langsung secara ekonomi bagi  masyarakat sekitar. 
Sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak dari unsur peneliti, akademisi, pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkannya.(wd)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image