Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 1x

Hasil Riset yang Baik Indikatornya dapat Diaplikasikan pada Masyarakat


Responsive image


BP2THHBK-Lombok, 30 Juli 2018. Tingginya arus informasi yang berkembang di masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga litbang, selain harus selangkah lebih maju juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika yang ada. Karena hasilnya ditunggu dan dituntut untuk lebih cepat mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dilapangan. Dibalik tantangan tersebut terdapat juga peluang bagi percepatan dan pemerataan informasi hasil riset.

 

Namun demikian ada hal yang tidak kalah pentingnya yaitu bukti konkrit aplikasi dari hasil riset itu sendiri. Mengutip apa yang disampaikan Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Dr. Sylvana Ratina bahwa “Hasil penelitian yang baik itu salah satunya harus dapat diaplikasikan pada masyarakat pengguna dan memberikan dampak baik bagi peningkatan ekonomi maupun sosial kemasyarakatan”.

 

Dihadapan 20 orang anggota kelompok tani hutan KHDTK Rarung, saat melakukan evaluasi dan monitoring Proyek Perubahan Implementasi Hasil Litbang Breeding Trigona di KHDTK Rarung-Lombok Tengah, beliau mencontohkan hasil riset breeding lebah Trigona (klanceng) dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat. Jika ada bukti yang berhasil dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat, itu dapat dicontoh petani lain. Sehingga tempat ini dapat menjadi rujukan. Tandasnya

 

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (BP2THHBK), Bapak Bintarto Wahyu Wardhani, M.Sc dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Proyek perubahan yang sedang dilakukan ini merupakan implementasi salah satu hasil litbang yang ada di BP2THHBK yaitu Breeding Trigona kepada masyarakat sekitar hutan terutama masyarakat yang saat ini bermitra dengan KHDTK Rarung.

 

Harapannya masyarakat mampu memproduksi dan menjual koloni Trigona dari hasil  breeding. Sehingga masyarakat tidak lagi mengambil koloni bakalan dari alam. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, kelestarian hutan dan lebah di alam pun tetap terjaga. Imbuhya.

 

Program breeding trigona ini mendapat dukungan positif dari kelompok tani yang ada, seperti yang disampaikan Ahmad ketua kelompok Mitra Tani yang berharap agar penempatan stup lebah segera didistribusikan dan disebar disetiap lahan garapan kelompok.

 

Pengembangan budidaya lebah sangat cocok dilakukan pada kawasan hutan karena lebah memiliki keuntungan ganda selain menghasilkan produk perlebahan, lebah berperan sebagai agen pollinator yang membantu dalam regenerasi tanaman.

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image