Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 143x

Pembinaan dan Penyegaran Tenaga Fungsional Teknisi Litkayasa Balai Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu


Responsive image


Mataram, 1 Maret 2019. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil hutan Bukan Kayu (BPPTHHBK) Mataram kembali menerima kunjungan dari Puslit hasil hutan Badan Litbang dan Inovasi untuk melaksanakan pembinaan dan penyegaran khususnya kepada Tenaga Fungsional Teknisi Litkayasa. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ini merupakan salah satu tenaga teknis yang ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Berdasarkan keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi No. 147 tahun 2017, tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Di sini menunjukkan bahwa tenaga Teknisi Litkaysa sangat dibutuhkan dan berperan sebagai tenaga teknis yang terampil dan kompeten. BPPTHHBK yang merupakan salah satu binaan Puslit hutan di bawah Badan Litbang dan Inovasi, merupakan kewajiban rutin untuk memberi spirit dan motivasi serta menigkatkan kualitas berinovasi dalam meraih tantangan ke depan. Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan umum tersebut diawali dengan sambutanoleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPPTHHBK M. Varis Imron, S.ST. Dalam sambutannya menyampaikan, “Tenaga Fungsional Teknisi Litkayasa sampai saat ini tidak ada yang mewadahi untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, sehingga teman-teman Teknisi khususnya di BPPTHHBK (Mataram) bingung ke arah mana mereka berinovasi”. Tidak bisa dipungkiri bahwa jenjang Teknisi Litkayasa hanya berada di tingkat terampil, naik ke jenjang berikutnya (tingkat ahli) sudah tidak mungkin, keluar pun sulit karena terbatasnya tenaga Teknisi Litkayasa. Sehingga mau tidak mau Teknisi Litkayasa tetap menjalani jenjang yang ada untuk tetap berkarya dan berinovasi. Seperti yang disampaiakan Imron “Di sisi lain tenaga Teknisi lambat laun akan habis bila beralih ke jenjang Peneliti, lompat pagar ke jenjang lain seperti ke PEH pun Teknisi akan habis juga” sehingga solusi terbaik untuk saat ini adalah membina dan merawat tenaga teknis yang ada baik oleh atasan langsung maupun dari pembina dari Puslit “Manejemen membutuhkan orang yang men-suport atau dukungan untuk Teknisi Litkayasa agar tetap berkarya” lanjut Imron. Di akhir sambutannya berharap, dalam kesempatan ini agar dimanfaatkan sebaik mungkin, karena momen seperti ini jarang dilaksanakan. 

 

Dalam pertemuan tersebut juga hadir Teknisi Litkayasa dari Puslit Hutan Bapak Amir Hamzah, S. Hut. sebagai narasumber. Kesempatan ini menyampaikan banyak hal yang berkaitan dengan teknis dan kewajiban Teknisi Litkayasa, harapannya untuk meningkatkan kualitas pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dalam memahami dan mengetahui tatacara penyusunan Dupak yang benar sesuai petunjuk teknis. Seperti kewajiban mengajukan dupak dan tatacaranya sesuai petunjuk palaksanaan (juklak). Menurut Amir sapaan akrabnya, selama ini dalam pengajuan Dupak masih saja terjadi kesalahan yang berulang-ulang. Amir sebagai Tim Penilai Dupak Teknisi melanjutkan “Jangan kembali ke masalah yang salah, walaupun tidak ada teguran dari tim penilai”. Di sini lah pentingnya pemahaman kita dalam menempatkan butir kegiatan sehingga tidak menyulitkan tim penilai dalam memeriksa dan memberikan penilaian. Amir berharap “Buatlah (Dupak) apa yg dikerjakan dan mengerjakan apa yg kita buat, menulis apa yg kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita tulis”. Masih tatacara pengajuan Dupak, Teknisi senior tersebut mengatakan dalam mengajukan tulisan, wajib menyertakan data-data pelayanan. Walaupun angka kredit dari tulisan tersebut sudah mencukupi, ini jelas tidak dinilai karena tidak adanya unsur utama di dalamnya. Ada pula tulisannya di luar ranahnya, seperti tulisan kasus korupsi di Pemda. Kasus seperti ini sering terjadi pada pengajuan Dupak, Beda halnya kalau tulisannya mengenai keuangan di instansi yang bersangkutan bekerja, itu masih diperhitungkan dalam penilaiannya. Pada kesempatan ini juga Teknisi Litkayasa di BPPTHHBK Mataram khususnya, diharapkan lebih agresif dalam mengumpulkan angka kredit, jangan sampai kelolosan dari batas waktu yang ditentukan. Tentunya berpengaruh dalam penentuan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat. Bagi yang sudah mentok tetap mengajukan Dupak untuk pemeliharaan (maintenance) setiap tahun. “Teman-teman jangan bosan mengumpulkan angka kredit, penyusunan pun kita bisa melalui inputan e-Kinerja sebagai kegiatan harian”, kata pegawai yang sebentar lagi memasuki masa pensiun. Teknisi Litkayasa diharapkan tetap semangat berinovasi untuk mengembangkan diri, memacu pengetahuan agar tidak bergantung pada orang lain. Di sisi lain diharapkan selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan kebijakan untuk menjawab tantangan yang ada. Karena Teknisi tidak selamanya berada di satu titik sebagai tenaga teknis, adakalanya mendapat peluang di jenjang yang lebih tinggi.***[sur]

 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image