Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 278x

Lingkungan Asri dan Hutan Lestari Penopang NTB Gemilang


Responsive image


 Mataram, 22 Maret 2019 Puncak kegiatan hari Bakti Rimabawan ke-36 dilaksanakan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rarung, Lombok Tengah pada Hari Kamis tanggal 21 Maret 2019, Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, DR. Dzulkieflimansyah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi NTB, Ir. Dani Mukarrom, B.Sc., M.Sc, selain itu hadir juga Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (BPPTHHBK), Bintarto Wahyu Wardhani, S.Hut., M.Sc serta Kepala UPT Kementerian LHK Provinsi NTB lainnya. Acara ini dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari Pemprov NTB, LSM, akademisi, Karyawan UPT Kementerian LHK, penyuluh dan kelompok tani. Dalam kegiatan ini juga dilakukan launching Program Pengelolaan Bambu Lestari oleh Gubernur NTB.

Dalam sambutannya Gubernur NTB menyampaikan salah satu misi untuk menopang NTB Gemilang adalah menjadikan NTB yang asri dan lestari. Dia mengatakan “pohon menceritakan dan mengajarkan banyak pelajaran, setiap saat pohon itu berubah maka manusia harus menggunakan itu sebagai refleksi, jika tumbuhan yang melingkupi kehidupan saya berubah setiap saat, perubahan apa yang sudah terjadi pada diri saya hari ini.”  Gubernur NTB mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya menanam bambu sangat mudah dilakukan dan jika tunas bambu telah muncul maka telah ada kehidupan baru dan bambu tersebut akan bertahan hidup Gubernur NTB menyatakan perang terhadap illegal logging dan akan memanggil Kapolda dan Danrem untuk memberantas illegal logging, dibutuhkan keberanian moral dan kepemimpinan yang bersih  untuk memberantas illegal logging tersebut. Pada kesempatan ini Gubernur NTB memberikan beasiswa untuk 50 siswa SMK Kehutanan Qomarul Huda dan 50 siswa SMK Kehutanan di Sumbawa, hal ini sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Propinsi NTB untuk membina kader kader rimbawan demi kelestarian hutan

 

Dalam sambutannya Kepala Dinas LHK Propinsi NTB menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan hari bakti Rimbawan ke-36 tahun 2019 dengan tema Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat yang bertepatan juga dengan Hari Kehutanan Internasio

Menurutnya masalah utama yang dihadapi sektor Kehutanan saat ini adalah illegal logging, perambahan dan kebakaran. Data 2013 lahan kritis di NTB mencapai 578.646 hektar atau hampir 27%, tahun 2017 lahan kritis bertambah menjadi 718.211 hektar, selama 5 tahun lahan kritis di NTB bertambah 139.595 hektar atau 28.000 hektar pertahun. Rehabilitasi lahan kritis yang dilakukan dinas LHK Provinsi NTB dengan semua stoke holder hanya mampu merehabilitasi 6.000 hektar pertahun, hal ini masih jauh dari luas lahan kritis yang ada dan kecenderungan pertambahan lahan kritis setiap tahun. Selain itu untuk mendorong rehabilitasi lahan kritis Dinas Kehutanan LHK Propinsi NTB mendorong program perhutanan sosial seperti hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat dan kemitraan kehutanan.    

Sebelumnya dilakukan acara penanaman oleh Gubernur NTB, Kepala BPPTHHBK dan tamu undangan lainnya setelah itu dilakukan panen rebung bambu tabah oleh Gubernur NTB, dilanjutkan dengan melihat proses pengolahan rebung bambu tabah yang dilakukan oleh Kelompok Tani Patuh Angen yang merupakan kelompok tani binaan BPPTHHBK. Setelah itu Gubernur dan tamu undangan meninjau stand pameran, dimana dipamerkan hasil-hasil penelitian BPPTHHBK seperti alat penurun kadar air madu portable, paku simpori, teknik budidaya lebah trigona, teknik budidaya rumput ketak. Selain itu juga dipamerkan produk-produk kelompok tani binaan BPPTHHBK seperti kopi rarung, madu trigona dan rebung bambu tabah yang telah dikemas. 

 

Dalam sambutannya Kepala Dinas LHK Propinsi NTB menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan hari bakti Rimbawan ke-36 tahun 2019 dengan tema Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat yang bertepatan juga dengan Hari Kehutanan Internasional. 

 

 

 

 

 

 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image