Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 35x

Koordinasi Lembaga Pusat Unggulan IPTEK Tahun 2019


Responsive image


Setidaknya terdapat hampir 800 lembaga litbang di seluruh wilayah Indonesia yang terdata pada Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kementerian Ristekdikti Republik Indonesia sampai dengan saat ini. Dari jumlah tersebut, tidak lebih dari separoh yang masih aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Selanjutnya hanya sekitar 137 lembaga yang menjadi Pusat Unggulan IPTEK (PUI). Terdapat banyak permasalahan yang dijumpai oleh lembaga litbang dalam melakukan aktivitasnya, teramasuk masih minimnya pengakuan dari pihak lain terhadap hasil-hasil litbang juga jamak dijumpai.  Salah satu isu yang kerap dihadapkan pada lembaga Litbang adalah masih minimnya kontribusi secara langsung lembaga litbang bagi perekonomian nasional.  Hasil litbang hanya berakhir pada jurnal, HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), Paten dan lain-lain, sedangkan kebermanfaatan dari hasil riset belum banyak yang memberi dampak terhadap peningkatan nilai yang diterima oleh masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu catatan penting yang disampaikan oleh Bapak Menteri Ristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak. dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Monitoring – Evaluasi Pusat Unggulan IPTEK tahun 2019 dan Silaturrahmin Nasional Lembaga Litbang Indonesia tahun 2019, yang berlangsung pada tanggal 1 Oktober 2019 di Ruang Auditorium Lantai 2, Gedung D Kemenristekdikti.

Sejalan dengan Bapak Menteri, pada kesempatan yang sama ketua panitia yang juga merupakan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa salah satu upaya Kementerian Riset,  Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk memperkuat kelembagaan IPTEK adalah melalui pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI). Penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat  berkinerja  tinggi  dengan menghasilkan  inovasi  teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan  pemerintah). Diharapkan  dengan  tumbuhnya  inovasi  dan  teknologi  yang  disertai  dengan pemanfaatan oleh pengguna, kontribusi iptek terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.  Hadir dalam acara tersebut seluruh lembaga PUI diseluruh Indonesia baik yang termasuk kategori Penetapan maupun Pembinaan.  Pada acara dimaksud, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu – Mataram sebagai salah satu lembaga PUI, juga hadir dan terlibat secara aktif untuk menyamakan persepsi terhadap 27 aspek penilaian Indikator Kinerja lembaga PUI. BPPTHHBK sejak tahun 2018 termasuk salah satu Pusat Unggulan IPTEK, dengan kategori pembinaan. Disela-sela acara tersebut, tim BPPTHHBK mencoba membangun komunikasi dengan lembaga lain, untuk membuka peluang dilakukannya kerjsama yang saling menguntungkan. Kegiatan monitoring dan evaluasi lembaga PUI dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Oktober – November 2019, sehingga diharapkan seluruh pihak terkait dapat mempersiapkan diri secara maksimal.  Perbaikan dan penyempurnaan pada beberapa indikator yang masih kurang dalam penilaian sebelumnya, diharapkan dapat meningkat setelah dilakukan monitoring dan evaluasi pada akhir tahun nanti sehingga BPPTHHBK menargetkan tahun ini termasuk salah satu lembaga yang DITETAPKAN sebagai lembaga Pusat Unggulan IPTEK.  

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image