Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 82x

PERBANYAKAN TANAMAN KELOR SECARA GENERATIF


Responsive image


Kelor (Moringa oleifera) umumnya dikenal di Indonesia sebagai tanaman mistis yang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan supranatural.Namun tahukah anda bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia? Ya, daun kelor sudah teruji secara klinis mampu mengobati berbagai penyakit seperti penyakit jantung,kanker,diabetes alergi,rematik,obesitas dll.Hal itu dikarenakan daun kelor memiliki kandungan Argine, Histidine, Isoleucine, Leusine, Lysine, Methioinine, Phenylalinine, Threonine,Thryptopan, dan Valine.Karena diketahui manfaatnya yang sangat banyak,maka akhir-akhir ini banyak permintaan pasar untuk daun kelor segar maupun kering sehingga nilai ekonomi daun kelor pun melonjak tinggi.Hal ini pula yang memicu banyak orang mulai membudidayakan tanaman kelor agar bisa meraup banyak untung. Oleh karena itu membudidayakan kelor perlu dilakukan. 

Untuk mendapatkan bibit tanaman kelor yang berkualitas bisa dilakukan dua metode yaitu pembibitan dari biji dan pembibitan model stek.Keuntungan pembibitan dari biji dibandingkan dengan pembibitan model stek adalah:

 1. Menghasilkan bibit tanaman yang unggul dan tahan penyakit

 2.Tanaman lebih kokoh karena memiliki akar tunggang

 3.Produktivitas benih meningkat dan lebih baik.

Tahapan Penyiapan bibit kelor adalah sebagai berikut :

*Penyiapan Biji

Pada metode ini pastikan biji berkualitas baik dan berasal dari tanaman yang sehat. Caranya adalah dengan mengambil polong kelor yang sudah tua (kering) kemudian diambil bijinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penyiapan biji atau benih untuk bibit adalah:

·Pilih hanya buah/polong yang sudah matang untuk dipanen.Ciricirinya adalah buah/polong sudah berwarna coklat kering dan dapat dengan mudah untuk dibuka kulitnya.

-Biji yang diambil bisa dijemur dahulu 3-5 jam baru kemudian disimpan ditempat sejuk dan kering

-Jangan memanjat pohon saat memanen buahnya karena dahan dan cabang kelor mudah patah. Gunakan galah panjang untuk memudahkan panen   buahnya

-Biji kelor yang sudah dikeluarkan dari polongnya terlebih dahulu dibersihkan sayapnya sebelum disemai.

Penyemaian Benih

Tempat penyemaian dapat berupa bak tabur dengan menggunakan media semai yang terdiri dari pasir dan pupuk kompos,n perbandingan 1 : 1 untuk menumbuhkan benih. Tabur benih ke dalam bak tabur lalu tunggu hingga tumbuh. Dalam jangka waktu kurang lebih 1 minggu benih kelor sudah tumbuh,Jika tunas sudah tumbuh dalam bak tabur maka harus rajin disiram agar tanaman kelor pertumbuhannya cepat.

Penyapihan Bibit

Ketika bibit sudah berumur kurang lebih 2 minggu, segera lakukan penyapihan ke dalam polybag yang sudah diisi media tanah, agar bibit tidak terlalu tinggi sehingga nantinya mudah beradaptasi di dalam polybag dan cepat segar kembali. Sebaiknya penyapihan dilakukan pada sore hari untuk mengindari terik matahari sehingga semai tidak layu dan mati, selanjutnya disiram setiap hari.

Perawatan Bibit

Bibit yang telah disapih dalam polybag perlu di rawat agar pertumbuhannya baik sampai dengan bibit siap untuk d i t a n a m d i l a p a n g a n . P e r a w a t a n b e r u p a penyiraman, pencabutan rumput, pengendalian hama d a n p e m u p u k a n j i k a diperlukan. Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali. Bibit siap ditanam di lapangan, setelah umur bibit kurang lebih 1-2 bulan di persemaian atau tinggi bibit telah mencapai 30 cm. pastikan akar tunggangnya yang menyerupai umbi belum menembus polybag.

Penutup

Pembibitan kelor dengan menggunakan biji cukup mudah dilakukan, karena itu untuk pengembangan tanaman kelor dalam skala luas sangat disarankan menggunakan biji.karena jika menggunakan stek akan diperlukan bahan yang sangat banyak dan volume pekerjaan lebih banyak, sehingga tidak efektif dan efisien.

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image