Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 81x

PENANAMAN KETAK, Sebagai Penyedia Bahan Baku Kerajinan Berbasis Ketak yang Berkelanjutan


Responsive image


Penanaman ketak oleh Balai Litbang Teknologi HHBK telah dilakukan di KHDTK Rarung Lombok Tengah.  Tujuannya adalah sebagai penyedia (stok) sumber bahan baku untuk budidaya tanaman oleh masyarakat dan kerajinan berbasis ketak.  Di KHDTK Rarung telah ditanam bibit ketak seluas kurang lebih 1,5 – 2 ha.  Budidaya tanaman ketak (penanaman) sudah pernah dilakukan oleh instansi atau lembaga kehutanan terkait di Provinsi dan Kabupaten di NTB, yang bibitnya berasal dari cabutan (rimpang/tunas) tanaman ketak.  Namun, kemungkinan banyak menemui kegagalan karena sampai saat ini panen atau perburuan bahan baku ketak belum pernah dihasilkan/diperoleh dari hasil penanaman  tanaman  ketak.  Supaya keberhasilan tanam ketak meningkat, memerlukan berbagai persyaratan yaitu bibit ketak yang siap tanam (minimal 3 sulur dengan tinggi 30 cm), waktu tanam yang tepat (musim hujan), disamping itu butuh pemeliharaan setelah tanam.   Tanaman ketak muda relatif rentan terhadap gangguan gulma dan kondisi iklim yang ekstrim (tidak hujan setelah tanam).  

Pengalaman Tim Peneliti BPPTHHBK Mataram, untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman ketak di lapangan dibutuhkan tanaman panjatan.  Tanaman ketak termasuk jenis pakuan-pakuan yang merambat. Oleh karena itu, pertumbuhannya akan optimal apabila adanya jenis panjatan (jenis vegetasi) yang menopangnya. Disamping berfungsi untuk menopang pertumbuhan tanaman ketak, jenis panjatan pohon dapat berfungsi juga menciptakan lingkungan (iklim mikro) yang lebih baik untuk pertumbuhan ketak. Hasil penelitian tanaman ketak alam di Lombok menunjukkan bahwa ketak dalam pertumbuhannya memilih banyak jenis tanaman panjatan,  Jenis-jenis tanaman panjatan yang favorit disukai ketak dan ditemui sebagai rambatan adalah jenis aren (Arenga pinnata), waru (Hibiscus tiliaceus), kopi (Coffea robusta), langsat (Lansium domesticum), kumbi  (Tabernaen montana), dan jenis lainnya. (Wahyuningsih, et al, 2017).  Apabila rencana lokasi penanaman ketak tidak atau kurang adanya panjatan pohon, sebaiknya menanam panjatan pohon bersamaan dengan menanam bibit ketak. Hasil uji coba jenis panjatan di KHDTK Rarung, diperoleh jenis panjatan stek batang gamal (Gliricidia sepium) dengan ukuran panjang ≥ 2,5 m memberikan pertumbuhan terbaik untuk tanaman ketak muda.  Jika jenis gamal tidak ada, bisa digantikan dengan panjatan jenis dadap (Erythrina variegata), asal selajutnya tanaman dadap bisa hidup dan tumbuh. Yang perlu diperhatikan pada tanaman ketak yang masih muda adalah sangat rentan terhadap gangguan gulma dan tanaman bawah lainnya. Tanaman pengganggu perlu terus dibersihkan, jangan sampai menutup perkembangan tanaman ketak. 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image