Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 120x

Tudung Pengantin di Hutan Bambo


Responsive image


Koleksi tanaman bambu di KHDTK Rarung saat ini terdapat 7 jenis bambu, diantaranya adalah bambu petung, tali, apus, galah, tutul, bilok, dan bambu tabah.Beberapa jenis bambu memiliki rebung yang biasa diambil untuk dikonsumsi sebagai sayur oleh masyarakat, seperti rebung bambu petung dan bambu tabah. Ada juga bambu yang memiliki corak tutul tutul dikenal dengan bambu tutul. Rumpun rumpun bambo yang rapat terlihat gelap dan menyeramkan. Cahaya matahari hanya sedikit masuk diantara celah daun dan batang bambu. Sehingga tidak banyak jenis tanaman lain yang bertahan hidup dan ditemukan di bawah naungan rumpun bambu. Kecuali tanaman yang kebutuhan cahaya nya sedikit, misalnya rumput rumput liar. Dari sekian banyak rerumputan hijau yang dijumpai di bawah rumpun bambu ada tumbuhan lain yang menarik perhatian untuk dilihat, karena memiliki warna putih, yaitu jamur. Selain warnanya bentuknyapun unik memiliki ciri khas, yaitu muncul jaring yang tumbuh dari bagian atas kepala jamur. Jaring membentuk seperti tudung pengantin, rok wanita, atau pun kerudung sepanjang sekitar 10 cm. dengan tinggi jamur secara keseluruhan mencapai sekitar 15-20 sentimeter. Ciri khas tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan pantas jika jamur ini dinobatkan sebagai salah satu jamur paling cantik dan unik di dunia. Jamur tersebut dikenal dengan nama Jamur Tudung Pengantin memiliki nama baik/latin Phallus Indusiatus  berasal dari keluarga  Agaricomycetes. Dikenal juga sebagai jamur bambo karena biasanya tumbuh di sekitar rumpun bambu.

Bagian kepala jamur berbentuk mirip kerucut berwarna cokelat kehijauan dan berlendir dikerumuni serangga. Diartikel greeners.co dijelaskan lendiri ini menimbulkan sedikit berbau bangkai. Nah, pada lendir berbau ini sebagai penarik perhatian serangga, terutama lalat. Bagian ini merupakan sumber pakan lalat atau serangga yang hinggap, memakannya dan menyebarkan spora. Paparnya. Di KHDTK Rarung jamur ini dijumpai di sekitar demplot bambu tutul. Kondosi lingkungan sesuai dengan ulasan dalam portal informasi indonesia (indonesia go.id)  yang diunggah 27 Agustus 2019, yaitu suhu sekitar 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembaban relatif berkisar 45 hingga 85 persen. Jamur tudung pengantin sangat cocok tumbuh di area tropis yang memiliki curah hujan tinggi.


Di indonesia jamur ini tidak biasa dikonsumsi, beberapa orang berpendapat karena bentuknya yang unik dan mencolok sehingga dikhawatirkan beracun dan membahayakan kesehatan.
Menurut Ali Setyayudi, penèliti yang bergelut di budidaya tanaman hutan ini dari hasil penelusuranya di dunia maya menginformasikan bahwa beberapa jamur langka dan tidak biasa di konsumsi di Indonesia telah banyak dibudidayakan di luar negeri. Seperti di China dan Jepang jamur tudung pengantin  telah digunakan dan dikonsumsi sebagai obat dan bahan makanan. Informasi ini dapat di telusuri secara online di carryitlikeharry.com.

Berdasarkan World Journal of Agricultural Sciences 4 (2008),  oleh Jonathan SG, Odebode AC, Bawo DDS menyebutkan pada jamur tudung pengantin selain mengandung lemak dan protein, juga kaya akan kalsium, zat besi, magnesium, mangan, kalium, sodium, dan seng. Jamur ini  juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan, antivirus, antifungi, antibakteri dan anti tumor. Jamur ini dijual bebas di China dan Jepang, konsumen sangat dimudahkan hendak mencari makanan berbahan jamur tudung pengantin siap saji atau setengah jadi yang telah dikeringkan atau mungkin juga yang orsinil basah. Di pasan online seperti alibaba.com, harga 1 kg jamur tudung pengantin dibandrol IDR 900.000. Harga yang cukup pantastis bagi konsumen jamur umumnya yang dipasarkan di Indonesia. Beragamnya kandungan senyawa dan zat dari jamur ini mengugah rasa penasaran untuk mencoba mengkonsumsinya. Saking penasarannya Mansur salah satu Teknisi Litkayasa Balitbangtek HHBK bersedia menjadi pahlawan untuk mencicipi masakan jamur tudung pengantin, "yang penting tidak mengandung Covid-19" kelakarnya. Untuk penggunaannya dan pengembangan budidaya maupun pengolahan selanjutnya perlu dilakukan kajian dan penelitian mendalam. Agar potensi kekayaan alam ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Wd

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image