Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 96x

Perbanyakan tanaman antimalaria yang berpotensi untuk pengobatan infeksi virus Covid-19 dengan kebun pangkas


Responsive image


Di Indonesia, obat malaria dengan nama klorokuin digunakan sebagai obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi virus Covid-19. Meskipun belum ada penelitian yang menyebutkan efektivitas dan keamanan dari penggunaan obat jenis ini, akan tetapi penelitian sedang dilakukan karena obat antimalaria ini berpotensi menghambat perkembangan virus. Bidara laut sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu tanaman yang digunakan untuk obat tradisional. Di Jawa, masyarakat lebih mengenal dengan nama dara laut, sedangkan di Bima dan Dompu, NTB, tanaman ini disebut songga. Di Indonesia, bidara laut banyak ditemukan di Bali (Taman Nasional Bali Barat), serta Kabupaten Dompu dan Bima (NTB)1, pulau flores, Pasuruan, Banyuwangi dan Taman Nasiona Meru Betiri. Kayu bidara laut secara turun termurun dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, demam, luka luar dan sakit perut.

Beberapa penelitian juga telah membuktikan beberapa senyawa yang terkandung di dalam bagian-bagian tanaman ini mempunyai khasiat obat. Senyawa-senyawa tersebut dapat digunakan sebagai antimalaria, antibakteri, antioksidan bahkan antikanker. Di tengah pandemi Covid-19, diharapkan ditemukannya obat yang efektif membunuh virus dan aman untuk dikonsumsi. Melihat aktifitas antimalaria pada tanaman bidara laut memungkinkan jenis ini berpotensi sebagai obat untuk virus Covid-19. 

Sayangnya, potensi kayu bidara laut menemui kendala. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan bahan baku kayu bidara laut dari alam dan belum ada budidaya dalam skala besar. Oleh karena itu, upaya budidaya tanaman ini mutlak dilakukan guna penyediaan bahan baku tanpa mengeksploitasi sumber dari hutan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menyediakan teknik budidaya baik secara generatif maupun vegetatif. Salah satu teknik budidaya yang dapat menyediakan banyak bibit dan relatif mudah yaitu kebun pangkas. Selain itu, lambatnya pertumbuhan bibit bidara laut menjadi pertimbangan pemilihan teknik perbanyakan ini.

Dari penelitian yang telah dilakukan tim penelitian dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, kebun pangkas dibuat secara sederhana tanpa melalui proses pemuliaan yang panjang. Kebun pangkas dibuat dari bibit yang berasal dari biji. Bibit yang sudah besar dipangkas dan dibiarkan tumbuh tunasnya. Nantinya, tunas tersebut yang akan dijadikan sebagai bahan baku bibit baru (stek pucuk). Informasi lebih lengkap dapat dicek pada laman berikut http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPKF/article/view/2156.

Teknik pembuatan kebun pangkas bidara laut yang sederhana ini dapat diterapkan oleh masyarakat dalam rangka penyediaan bahan baku obat. Budidaya tanaman ini juga diharapkan dapat mencegah kepunahan jenis ini di alam (AADR). 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image