Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 113x

PERBANYAKAN SPORA DAN PEMBIBITAN KETAK, Salah satu solusi usaha kerajinan ketak berkelanjutan


Responsive image


Permasalahan stok spora, dengan langkanya bahan baku lokal (di Lombok) untuk kerajinan anyaman, sangat langka pula tanaman ketak yang menghasilkan spora. Tanaman ketak yang berspora pada umumnya tanaman yang sudah dewasa, yang dicirikan dari penampilan batang sulur berdiameter ≥ 3 mm dan panjang sulurnya kurang lebih mencapai 2 m.  Oleh karena itu, tanaman ketak seperti ini relatif sulit ditemukan pada areal kawasan hutan yang mudah terjangkau (assesibilitas tinggi), kemungkinan ditemukannya pada areal yang sulit (tersembunyi) dengan topografi berupa tebing.  Lokasi yang ada tanaman ketak dewasa di Lombok merupakan rumpun tanaman sisa yang sulit/tidak terjangkau oleh petani pemburu tanaman ketak sebelumnya. 

         Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Tim Peneliti HHBK, memberikan informasi dan sedikit kemudahan untuk memperoleh (mengumpulkan) spora, walaupun kesulitan dalam mencari dan menemukan dimana tanaman ketak dewasa menghasilkan spora.  Informasi ini sangat berarti bagi petani atau pengerajin anyaman ketak yang mau membudidayakan tanaman ketak.  Kawasan Hutan Pusuk mempunyai potensi  ketak yang paling besar di Lombok,  termasuk vegetasi tingkat penghasil sporanya untuk pembibitan.  Produksi (stok) spora di Kawasan Pusuk tertinggi  terjadi pada bulan Mei – Juli. Spora diambil dari pohon induk yang sehat dan sudah masak.  Spora masak ditandai dengan kotak spora sudah berwarna coklat namun belum membuka. Daun tempat menempelnya spora dicuci dalam air mengalir, kemudian dikeringkan di tempat yang teduh dan dimasukkan ke dalam amplop kertas sampai spora kering dan terbuka. 

  Produksi (stok) spora setiap bulan di Kawasan Pusuk.

Spora tanaman ketak

         Permasalahan perbanyakan spora adalah rendahnya tingkat keberhasilan berkecambah dari pembiakan spora. Berdasarkan pengalaman dan hasil-hasil riset sebelumnya, tim peneliti BPPTHHBK Mataram mencoba mencari dan menentukan media pembiakan terbaik untuk pembiakan spora tanaman ketak. Ditemukan media terbaik untuk pembiakan spora tanaman ketak adalah cacahan halus batang pakis (Susila, 2019). Jika tidak tersedia bisa menggunakan media lumpur sawah (Dwiyani, 2016). 

   Pembiakan spora

      Persiapan pembibitan ketak atau bibit yang siap tanam sangat menentukan keberhasilan tanaman ketak di lapangan.  Selain itu, keberhasilan tumbuh tanaman ketak juga sangat dipengaruhi oleh musim tanam yang tepat yang berhubungan dengan musim hujan.  Di Lombok,  curah hujan (volume dan hari hujan) yang relatif tinggi pada umumnya terjadi dari Bulan Desember – Pebruari.  Berdasarkan pengalaman, lama pembibitan dari mulai penyapihan sampai bibit siap tanam, memerlukan waktu 4 – 6 bulan.   Penyapihan tunas dari hasil pembiakan spora dilakukan setelah mempunyai daun 3 – 5 daun.  Media untuk pembibitan sebaiknya menggunakan campuran tanah dan kompos sampai 50 %.  Kantong plastik (polybag) untuk media menggunakan ukuran 20 x 15 cm. Bibit siap tanam dalam kondisi, tinggi bibit minimal 30 cm dan minimal jumlah batang sulur 3 tunas, lengkap dengan daunnya.