Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 108x

Peneliti Balitbangtek HHBK Jadi Tenaga Ahli ICRAF, Berdayakan Kelompok Tani Perempuan di Lombok


Responsive image


Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat emak-emak yang terhimpun dalam kelompok tani perempuan di sekitar KHDTK Rarung untuk mengikuti bimbingan teknis budidaya dan pemasaran produk perlebahan lebah kelulut. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19 seperti, mencuci tangan saat memasuki tempat acara, menggunakan masker dan menjaga jarak, hingga pembagian kelas menjadi dua tempat, mereka tetap semangat dan sangat antusias mengikuti bimbingan ini yang digelar selama 2 hari pada 8-9 September 2020. Acara yang diselenggarakan oleh ICRAF ini merupakan bagian dari program Kanoppi fase 2 (Kanoppi2) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pemasaran hasil hutan kayu dan non kayu di Indonesia. Acara ini dilakukan atas kerjasama ICRAF dengan tenaga ahli dari Balitbangtek HHBK dan Universitas Mataram (Unram).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dan semuanya perempuan yang aktif dalam organisasi Kelompok Tani Perempuan yang berada di sekitar KHDTK Rarung. Pemilihan gender perempuan yang terlibat dalam pelatihan ini karena dinilai cukup telaten dan teliti dalam melakukan budidaya kelulut. Kelulut relatif adaptif mudah dipelihara dan mempunyai resiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Apis sp, papar Septiantina Dyah Riendrasari, S.Hut., M.Si peneliti dari Balitbangtek HHBK.

Acara ini dibuka oleh Nugraha Fauzan, S.Hut yang mewakili Kepala Balai Litbangtek HHBK. Dalam sambutannya, Nugraha berharap para peserta berusaha untuk tetap produktif di era tatanan baru ini dan dapat memanfaatkan peluang budidaya kelulut ini untuk menambah penghasilan. Devi salah satu peserta menuturkan Kelompok Tani Perempuan yang ada di sekitar hutan KHDTK Rarung ini optimis mampu melakukan usaha budidaya kelulut, karena kaum perempuan identik dengan pencinta tanaman bunga dan merupakan sumber pakan lebah.

Selain materi teori, peserta juga diajarkan praktek langsung pengenalan beragam bentuk stup, identifikasi pakan sumber lebah di sekitar lokasi pelatihan, cara pembutan stup lebah kelulut, pemecahan koloni sampai pemanenan dan pengemasan produk lebah kelulut. Rencana tindak lanjut dari pelatihan ini yaitu dibuat 4 lokasi budidaya di Desa Pemepek dan Desa Karang Sidemen oleh para peserta, selain itu para peserta akan membuat kelompok, menyiapkan koloni sampai menyiapkan dan memperbanyak pakan kelulut. Kegiatan serupa juga telah dilakukan oleh Balitbangtek HHBK kepada kaum adam yang tergabung dalam kelompok tani penggarap di KHDTK Rarung pada beberapa waktu yang lalu. Sehingga kegiatan bimbingan teknis budidaya lebah kelulut khusus untuk perempuan ini sejalan dengan program KHDTK Rarung. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat sekitar hutan mampu mendapatkan penghasilan alternatif tanpa merusak kelestarian hutan.

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image