Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 307x

BPPTHHBK MENJADI KEYNOTE SPEAKER DI SEMINAR ILMIAH KEHUTANAN 5 UNIVERSITAS MULAWARMAN


Responsive image


Balitbangtek HHBK mendapat kehormatan diundang sebagai keynote speaker pada kegiatan “Seminar Ilmiah Kehutanan Mulawarman” (SIKMA) yang ke-5, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman pada hari Kamis, tanggal 17 September 2020. Seminar ilmiah yang diselenggarakan secara daring tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Rudianto Amirta. Peneliti BPPTHHBK yang tampil sebagai keynote speaker, Dr. Agus Sukito, menyampaikan orasi yang berjudul: “Peluang Pengambangan Produk HHBK untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Dalam orasinya, Dr. Agus menjelaskan bahwa trend pengelolaan hutan hari ini telah bergeser dari hanya berorientasi produksi kayu, juga berorientasi kepada hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa lingkungan. Pergeseran ini terlihat dari penguatan posisi HHBK di dalam UU No. 41 tahun 1999 pasal 26 dan pasal 28, diperkuat dengan produk-produk perundangan turunannya. Pergeseran ini bertujuan untuk meningkatkan value produk kehutanan sekaligus menjadi upaya mengatasi persoalan kerusakan lingkungan hidup dan masalah sosial (masyarakat sekitar hutan). 

Lebih lanjut Dr. Agus mengatakan bahwa paparan tersebut merupakan review terhadap kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (BPPTHHBK) selama 15 tahun terakhir. BPPTHHBK telah melakukan berbagai penelitian dan pengembangan terhadap beberapa komoditas HHBK dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk. Jenis-jenis HHBK di dalam Permenhut No. P.35/Menhut-II/2007 terdiri dari 2 golongan, 10 kelompok dan 565 jenis. Keterbatasan anggaran riset dan sumber daya manusia mengharuskan dilakukannya pemilihan komoditas HHBK dalam pelaksanaan kegiatan kelitbangan, yaitu didasarkan pada jenis prioritas (HHBK unggulan), status riset, permasalahan riset yang harus dijawab, serta berkaitan dengan isu nasional (mendukung IKK eselon I teknis lainnya) dan isu daerah (mendukung pencapaian RPJMD). Dari 5 jenis HHBK unggulan berdasarkan Permenhut No. P.21/Menhut-II/2009 (rotan, bambu, gaharu, sutera alam, madu dan nyamplung), BPPTHHBK melakukan kegiatan kelitbangan terhadap jenis bambu, gaharu dan madu, karena jenis tersebut juga menjadi isu daerah Nusa Tenggara Barat dan Bali khususnya. Selain itu pula dilakukan penelitian terhadap jenis rusa dan sukun (mendukung ketahanan pangan nasional), nyamplung dan kranji (mendukung energi alternatif pengganti energi fosil), serta pranajiwa dan bidara laut (mendukung obat-obatan tanaman hutan dan kosmetik). Kegiatan penelitian dan pengembangan difokuskan pada teknik budi daya dan teknologi produk akhir pasca panen yang diharapkan dapat memasuki fase hilirisasi industri. Riset gaharu ditujukan pada upaya untuk menghasilkan gubal gaharu dari budi daya melalui teknologi inokulasi bioinduksi dan bioteknologi kultur jaringan. Penelitian madu dilakukan untuk mendapatkan teknik budi daya lebah kelulut (stingless bee) dan teknologi produksi madu dengan peningkatan kualitas melalui alat penurun kadar air madu, di samping produk bee bread dan propolis. Penelitian bambu dilakukan secara khusus untuk mendapatkan teknologi produksi arang aktif dan cuka kayu. Sedangkan penelitian rusa dan sukun untuk ketahanan pangan berfokus pada budi daya dan produk olahannya. Kegiatan penelitian nyamplung dan kranji dilakukan untuk mendapatkan produk biobensin dan biokerosin sebagai energi alternatif. Penelitian pranajiwa dan bidara laut difokuskan pada teknik budi daya dan produksi senyawa aktif. Beberapa produk HHBK hasil kelitbangan yang memiliki nilai tambah tersebut telah dipasarkan melalui kelompok tani binaan BPPTHHBK sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan.

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image