Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 89x

Tak Lagi Muda, Tapi Masih Produktif


Responsive image


Tanaman mahoni tak asing lagi bagi anak-anak terutama mereka yang menghabiskan masa kecilnya di sekitar hutan. Bijinya sering dijadikan mainan untuk dilemparkan ke atas kemudian turun berputar menyerupai baling-baling pesawat. Momen yang cukup menarik dapat kita saksikan ketika musim buah mahoni tua dan menghamburkan bijinya dari tas pohon. Terlihat ratusan bahkan ribuan baling-baling terjun terbawa angina, kemudian mendarat di lantai hutan. Momen tersebut dapat disaksikan di hutan mahoni salah satunya ada di KHDTK Rarung. Di sana terhampar tanaman mahoni pada luasan sekitar 5 ha. Di usianya yang sudah matang sekitar 40 tahun, masih produktif menghasilkan buah. Tegakan mahoni ini sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2023 telah ditetapkan menjadi sumber benih teridentifikasi oleh Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah II sesuai dengan sertifikat nomor:ST.45/BPTH.Wil II-4/2018. 

Tanda alam yang dapat dijadikan pendekatan untuk mengetahui musim pembungaan buah mahoni yaitu ketika pohon menggugurkan daun atau baru mulai muncul, sesaat sebelum musim hujan tiba. Periode pembentukan bunga sampai buah masak memerlukan waktu 9 sapai 12 bulan.

Tak hanya sebagai sumber benih, biji mahoni ini berkhasiat juga sebagai obat herbal. Beberapa literature seperti yang dilansir media online Berita Property 99 co. menyebutkan baik untuk memperbaiki sirkulasi darah, mengobati diabetes, dan bahkan menyembuhkan impotensi. Senyawa Flavanoid: Mengandung antioksidan yang dapat memusnahkan radikal bebas dan racun serta meningkatkan kekebalan tubuh. Saponin: Mencegah obesitas serta meingkatkan ketahanan tubuh dan memperkuat fisik. Alkaloid: Efektif mencegah oksidasi pada tubuh dan baik untuk detoksifikasi yang baik digunakan untuk mengatasi masalah sehari-hari. Sementara ini pemanfaatan benih dilakukan untuk kegiatan pengkayaan tanaman di KHDTK Rarung dan kebutuhan masyarakat local di sekitar kawasan. Bagi seluruh masyarakat dari kalangan silvikulturis, instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat umum yang ingin memanfaatkan sumber benih ini dapat mengeksplornya langsung di lokasi atau komunikasi dengan pengelola KHDTK Rarung.

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image