Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 310x

Jajal Pendakian Tambora via Piong, Intip penerapan SNI 8748:2019


Responsive image


5 November 2021 kami dari BPPTHHBK Mataram melakukan kunjungan ke Taman Nasional Gunung Tambora melalui Jalur pendakian Resort Piong. Pendakian di piong sangat berbeda dengan pendakian gunung lain pada umumnya. Jalur piong menawarkan sensasi yang berbeda, mulai dari titik 0 mdpl sampai 2415 mdpl puncak tertinggi tambora disuguhi rerumputan hamparan savana sejauh 27 kilometer dan sesekali menemukan pohon berukuran besar.

Diawal pendakian pada sore sampai permulaan malam hari perjalanan diiringi suara hewan sapi yang berkeliaran sambil merumput. Saat siang hari tiba jangan harap dapat melihat pemandangan hewan sapi merumput. Mereka lebih baik sembunyi di bawah semak, menahan lapar, daripada haus kepanasan karena terpaan sinar manahari.  

Jalur Piong merupakan satu-satu nya jalur pendakian gunung yang ada di Indonesia yang hanya dapat dilakukan dengan berkendara. Waktu tempuh yang diperlukan mulai pintu masuk sampai pos 5 sekitar 3-4 jam dengan berkendara menggunakan mobil roda 4 type khusus 4 x4 atau roda dua trail, kemudian 1-2 jam pendakian dengan jalan kaki dari pos 5 menuju puncak.

Dibandingkan dengan pendakian jalan kaki, pendakian menggunakan kendaraan harus lebih hati-hati dan mempersiapkan diri lebih exstra, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu penerapan standar SNI 8748:2019 Pengelolaan Pendakian Gunung mutlak harus di pedomani.

SNI 8748:2019 memuat kriteria dan persyaratan pengelolaan pendakian gunung dengan faktor 4K (Keselamatan, Keamanan, Ketertiban, dan Kenyamanan), dimulai dari persiapan pendakian, pelaksanaan pendakian, hingga keberlanjutan pendakian. Untuk menjamin keberlanjutan pendakian, standar ini mensyaratkan adanya pengelolaan dan pemeliharaan jalur pendakian, penetapan kuota dan jadwal pendakian, serta adanya keterlibatan masyarakat.

SNI pendakian sangat penting dipatuhi untuk mewujudkan pengelolaan pendakian dan kawasan yang baik, yaitu memenuhi rasa aman, nyaman, serasi dan selaras dengan alam serta berkelanjutan, bagi pendakinya maupun hutan beserta mahluk hidup lainnya yang terdapat di lingkungannya.

 

;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image