Responsive image Responsive image

Responsive image Responsive image
Responsive image


Berita Detail

dilihat 190x

Kinerja Pengelolaan DAS di DAS Moyo, Warga NTB Pelru Tahu


Responsive image


Daerah Aliran Sungai (DAS)  Moyo  merupakan  salah  satu  dari  DAS  prioritas  yang perlu penanganan serius dengan berbagai permasalahan DAS Moyo yang  menjadi  isu  pokok adalah ketergantungan  penduduk  terhadap  lahan yang cukup tinggi sehingga berdampak pada tingginya alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, luasnya degradasi lahan dengan  luasnya sebaran  lahan  kritis,  pencemaran  air  sungai,  kerusakan  daerah  tangkapan  air  dan perambahan. DAS Moyo berada di Pulau Sumbawa, terdapat 12 wilayah kecamatan yang bersinggungan langsung yaitu Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Hilir, Moyo Utara, Moyu Hulu, Ropang, Lenangguar, Lantung, Lape, Lopok, Plampang dan Maronge.

Nur Ainun Jariyah Peneliti Litbang DAS telah melakukan riset  di lokasi tersebut untuk  mengukur kinerja  pengelolaan  DAS  di  DAS  Moyo periode 2010-2016 berdasarkan  aspek  sosial  ekonomi  kelembagaan.  Dalam publikasi ilmiahnya yang dimuat di Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak Volume 4 no 2 Oktober 2020, hasil penilaian Pengelolaan DAS Moyo secara keseluruhan memberikan hasil sedang. Dimana parameter yang menjadi perhatian khusus adalah tekanan penduduk dan Indeks Ketersediaan Lahan.

Pada pembahasannya disampaikan bawa tekanan penduduk di wilayah DAS  Moyo  masuk  dalam  kategori jelek, tedapat 8 kecamatan dengan tekanan penduduk baik, tetapi  4  kecamatan  masuk  dalam  kriteria jelek. Kondisi tersebut perlu   mendapat   perhatian   khusus karena menunjukkan ahwa luas lahan yang ada tidak dapat mencukupi   kebutuhan penduduk. Terutama pada Kecamatan Lape, Lopok, Plampang dan Maronge.

Ketergantungan masyarakat sekitar DAS  terhadap lahan  pertanian  (Location  Quotient) masuk  kategori  sedang,  hanya  1  Kecamatan Sumbawa nilai LQ nya masuk dalam     kategori     baik     yaitu     0,11. Fakta ini menggambarkan tingkat ketergantungan penduduk DAS Moyo dalam taraf sedang, berarti masyarakat sudah mengeksploitasi lahan dalam taraf wajar tidak   dilakukan   secara besar-besaran. 

Namun yang perlu diwaspadai adalah tingkat tekanan penduduk berdasarkan nilai  indeks   ketersediaan lahan  (IKL)  masuk dalam  kategori  sangat  tinggi. Dampaknya   alih   fungsi hutan menjadi lahan pertanian menjadi tinggi. Isu lainnya adalah  luasnya   degradasi   lahan,  yang  di tunjukkan   dengan   luasnya sebaran   lahan kritis  di  DAS  Moyo  yang  mencapai15,28  % dari  total  luas  DAS, dengan nilai  indeks erosinya   mencapai   6,58. Kondisi ini diperparah dengan tingkat kesejahteraan  penduduk  buruk  dilihat  dari jumlah KK miskin dan KK total.

Melihat fakta tersebut yang perlu  menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan adalah tekanan penduduk  yang  tinggi,  IKL  sangat  tinggi  yang berarti  ketersediaan  lahan  untuk  pertanian kurang  dan  tingkat    kesejahteraan  penduduk yang  buruk  dilihat  dari  jumlah  KK  miskin yang tinggi.


;

Galery Foto & Video

Video


Foto
Responsive image Responsive image




Link Terkait

Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image